WhatsApp Kami
kontak whatsapp printhink
Panduan Area Cetak Soft Box
1
2
3
4
5
6
7
8
panduan area cetak printhink - ukuran & dimensi
P = Panjang, L = Lebar, T = TInggi
Lebar Glue Flap dan Tuck Flap min. 10 mm (menyesuaikan ukuran dus).
Lebar Top / Bottom Panel dan Side Panel = L dikurangi ketebalan kertas (0,5 - 1 mm jika memakai bahan standar)
Tinggi maksimal Dust Flap = 50% dari lebar Top/Bottom Panel.
Slit Lock harus sinkron agar bisa mengunci dengan baik.
Lem Samping Box
Lock Bottom Box
Crashlock Bottom Box
panduan area cetak printhink - lem samping box panduan area cetak printhink - lock bottom box panduan area cetak printhink - crashlock bottom box
Area Cetak Utama
Area Cetak Optional
Sebaiknya jangan ada cetakan di area ini kecuali ada request dari customer
Non Printing Area
Tidak boleh ada cetakan di area ini karena merupakan area lem tapi boleh mencantumkan printer’s signature dan/ batch no. produksi
panduan area cetak printhink - logo panduan area cetak printhink - ukuran
panduan area cetak printhink - printers signature & batch no. produksi
Printer’s signature dan Batch no. produksi tercetak di area lem dengan prioritas warna hitam. Jika di layoutnya tidak memakai warna hitam maka signature dan batch no. produksi di cetak dengan warna lain yang dominan di layout dengan catatan tidak menambah warna baru dan harus 1 warna saja.
Ukuran printer’s signature = 25 x 5,6 mm berjarak 3 mm dari rel dan posisi centering. Sedangkan untuk batch no. ukurannya 4mm dan jaraknya 10mm dari pinggir area lem.
panduan area cetak printhink - die cut
Diecut / garing potong dus terdiri dari beberapa elemen, yang paling banyak dipakai adalah pisau, rel, perforasi, dan cacah lem. Untuk membedakannya bisa dengan cara memberikan warna yang berbeda untuk setiap elemennya. Stroke weight untuk Diecut adalah 0,5 pt dengan atribut set to overprint.
Bleed adalah bagian artwork yang posisinya berada di luar area potong. Fungsinya untuk antisipasi, apabila pada saat prosess pond ada sedikit meleset maka area tersebut tidak kosong.
Untuk cetakan separasi sebaiknya menggunakan teks (terutama yang font size kecil) dengan komposisi tidak lebih dari 2 untur warna. Ini bertujuan agar mempermudah saat process cetak, kecuali design dari customer. Untuk teks warna hitam yang mengandung unsur rich black sebaiknya diubah ke black 100% dan dioverprint kecuali jika ukuran text-nya besar dan customer minta warna hitam pekat.
Barcode yang lazim dipakai untuk kemasan adalah tipe EAN-13 dan UPC-A. File QR dan barcode hanya memakai 1 warna dan umumnya warna hitam. Tapi mengingat semakin variatifnya dunia grafis sekarang, maka tidak menutup kemungkinan QR dan Barcode memakai warna selain hitam selama unsurnya hanya 1 warna.

Ukuran QR Code minimum 10x10 mm dan untuk barcode minimum 20x5 mm dengan ketentuan seperti gambar di bawah ini.
panduan area cetak printhink - barcode produk panduan area cetak printhink - qr barcode produk
Apabila gambar sekeliling barcode tersebut ada gambar atau objek berwarna, maka harus diberi jarak dari gambar ke ujung barcode.
panduan area cetak printhink - serat untuk kertas packing
Mengetahui arah serat kertas sangat penting untuk menentukan layout desain dan arah pelipatan pada saat pracetak, dimana kertas lebih mudah dilipat dan hasil lipatannya lebih rapih dan lebih kokoh setelah packaging tersebut dibentuk jadi. Selain dengan mengamati formasi kertas secara visual arah serat dapat diketahui dengan cara sebagai berikut:
Ditekuk
Untuk mengetahui arah serat dengan cara ditekuk yaitu, pada saat kertas gampang atau mudah ditekuk, menentukan arah serat kertas tersebut, kalau saat kertas ditekuk agak keras atau kaku, berarti arah serat kertas tersebut pada sisi yang lentur.
Disobek
Untuk mengetahui arah serat dengan cara disobek yaitu, kertas pada saat disobek kalau lurus, akan menentukan arah serat kertas tersebut.

Untuk cetakan packaging yang proses pengeleman menggunakan mesin folder gluer disarankan untuk arah serat kertasnya agar berlawanan dengan lidah lem supaya waktu proses pengeleman pada mesin, supaya lipatannya bagus dan presisi sesuai dengan rel.
Untuk customer yang waktu proses memasukkan produknya pakai mesin (cartoning), kemasan atau packagingnya harus mengikuti standart serat kertas seperti diatas (serat kertas harus berlawanan dengan lidah lem).
Konsultasi Kebutuhan Box Anda dengan kami!
Cari jenis kebutuhan box Anda di website kami dan konsultasikan dengan Printing Spesialis kami untuk mendapatkan berbagai informasi sesuai kebutuhan Anda. Para Printing Spesialis kami akan membantu Anda menjawab apa yang betul-betul sedang Anda butuhkan.
Konsultasi Sekarang
konsultasi printhink
Informasi CTA konsultasi sekarang
Area cetak merupakan salah satu elemen penting dalam dunia desain grafis, percetakan, dan produksi media promosi. Dalam setiap proyek cetak, pemahaman tentang area cetak sangat menentukan hasil akhir yang rapi, presisi, dan sesuai dengan kebutuhan. Banyak orang yang masih menganggap bahwa desain yang bagus saja sudah cukup, padahal tanpa memperhatikan area cetak, hasil visual bisa terpotong, berubah proporsi, atau tidak tampil sebagaimana mestinya. Karena itu, memahami konsep area cetak menjadi langkah awal yang sangat penting bagi desainer, pelaku usaha, maupun siapa pun yang ingin mencetak materi visual secara profesional. Secara sederhana, area cetak adalah bagian pada desain yang aman untuk dicetak tanpa risiko terpotong oleh mesin potong. Dalam proses produksi, kertas atau media cetak biasanya diproses dalam ukuran yang lebih besar, lalu dipotong sesuai format akhir. Di sinilah area cetak berperan. Jika elemen penting seperti teks, logo, atau gambar ditempatkan terlalu dekat dengan tepi, ada kemungkinan bagian tersebut ikut terpotong. Oleh sebab itu, setiap desain perlu memiliki batas aman, bleed, dan margin yang tepat agar hasil cetak tetap optimal. Dalam praktiknya, area cetak sangat sering digunakan pada berbagai jenis media, seperti kartu nama, brosur, flyer, poster, kemasan produk, buku, dan banner. Masing-masing media memiliki karakteristik ukuran dan teknis yang berbeda. Misalnya, pada kartu nama, area cetak harus benar-benar diperhatikan karena ukuran yang kecil membuat sedikit saja kesalahan bisa sangat terlihat. Pada brosur atau katalog, penataan area cetak juga penting agar teks tetap nyaman dibaca dan gambar tidak terganggu oleh proses pemotongan. Bahkan pada desain kemasan, ketepatan area cetak menjadi faktor utama karena berkaitan langsung dengan tampilan produk di rak penjualan. Selain untuk menghindari potongan yang salah, area cetak juga membantu menjaga estetika desain. Desain yang memanfaatkan area cetak dengan baik akan terlihat seimbang, profesional, dan enak dipandang. Penggunaan ruang kosong atau white space yang tepat, penempatan elemen visual yang teratur, serta ukuran teks yang sesuai dapat membuat hasil cetakan lebih efektif dalam menyampaikan pesan. Desain yang terlalu penuh justru bisa membuat informasi sulit dibaca dan mengurangi daya tarik visual. Karena itu, area cetak bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi visual. Dalam proses digital printing maupun offset printing, file desain biasanya harus disiapkan sesuai standar area cetak. Format file, resolusi gambar, mode warna, dan ukuran dokumen perlu diperiksa dengan teliti. Desain yang dibuat tanpa memperhitungkan area cetak dapat menimbulkan masalah seperti warna berbeda dari tampilan layar, gambar buram, atau elemen penting terpotong. Untuk itu, desainer biasanya menggunakan panduan ukuran aman dan area bleed agar file siap produksi. Dengan persiapan yang baik, proses cetak menjadi lebih efisien dan meminimalkan revisi. Bagi pelaku usaha, memahami area cetak juga memiliki dampak ekonomi yang besar. Kesalahan pada desain cetak dapat menyebabkan pemborosan bahan, waktu, dan biaya produksi. Jika hasil cetak gagal, maka perlu dilakukan cetak ulang, yang tentu menambah pengeluaran. Sebaliknya, desain yang sudah disiapkan dengan benar sejak awal akan mempercepat proses kerja dan meningkatkan kualitas hasil akhir. Ini sangat penting terutama bagi bisnis yang sering menggunakan media promosi cetak untuk branding dan penjualan. Pada akhirnya, area cetak adalah fondasi penting dalam setiap pekerjaan desain yang akan dicetak. Memahami batas aman, bleed, dan penempatan elemen visual bukan hanya membantu menghasilkan cetakan yang rapi, tetapi juga meningkatkan profesionalitas sebuah brand. Dalam era digital sekalipun, kebutuhan cetak tetap tinggi dan tidak bisa diabaikan. Karena itu, siapa pun yang terlibat dalam dunia desain maupun pemasaran perlu memahami area cetak secara menyeluruh agar setiap karya yang dihasilkan tampil maksimal, efektif, dan siap bersaing di pasar.
Baca selengkapnya